Iran Membangun Pangkalan Rudal di Venezuela

12 Juni 2011

Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO)

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

Iran Membangun Pangkalan Rudal di Venezuela

Surat kabar Jerman Die Welt  menulis, Iran mendanai sepenuhnya pembangunan pangkalan (landasan peluncuran) roket  atau rudal jarak menengah di Semenanjung Paraguana. Para insinyur Iran telah melakukan peninjauan lokasi pada bulan Februari.

BERLIN — Harian Jerman, Die Welt  pada hari Kamis (12/5)  memberitakan, Pemerintah Iran melakukan terobosan membangun pangkalan peluncuran roket (rudal)  di Semenanjung Paraguana, Venezuela.  Presiden Venezuela Hugo Chavez merupakan sekutu terdekat Teheran di Amerika Selatan.

       Para insinyur dari perusahaan konstruksi Khatam Al-Anbiya, milik Pengawal Revolusi Islam Iran, telah mengunjungi Paraguana pada bulan Februari. Dalam kunjungan tersebut turut serta Panglima Angkatan Udara Iran Amir al-Hadschisadeh. Die Welt  mengutib informasi dari pejabat keamanan Barat.

    Pangkalan rudal itu dimaksudkan untuk menangkal serangan udara atas Venezuela, khususnya stasiun atau markas-markas komando dan pengontrol.  Bantuan militer Iran juga mencakup pembangunan bunker, barak, dan menara pemantau; termasuk gudang roket (rudal) di bawah tanah dengan kedalaman dua puluh meter. “Iran mendapat bayaran tunai pada tahap awal pembangunan yang anggaran totalnya diperkirakan puluhan juta dollar,” tulis Die Welt.

     Semenanjung Paraguana terletak di pesisir Venezuela, sekitar 120 kilometer Kolumbia, mitra utama Amerika Serikat (AS) di Amerika Selatan. Menurut Die Welt, dengan perjanjian rahasia antara Venezuela dan Iran berarti Pemerintahan Chavez akan menembakkan rudal ke musuh-musuh Iran bila Iran mendapatkan serangan militer.

***

    SEMENTARA itu, kantor berita Jerman (DPA) melaporkan (Jum’at, 13/5), Jerman tidak akan menentang keberadaan Bank Dagang Iran (EIH) di Eropa (Hamburg) dalam daftar sanksi Uni Eropa pada akhir Mei.

      Sebagaimana diketahui, tahun lalu, Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi atas EIH. Disebutkan, EIH merupakan salah satu institusi terpenting di Eropa yang mendanai program-program peluru kendali dan proliferasi nuklir Iran.  Terkait dengan ini, Jerman menjadi sasaran kritik para pejabat AS, Perancis, Inggeris, dan Israel karena penolakannya untuk menutup EIH.

     EIH  berperan penting dalam memfasilitasi transaksi keuangan bagi perusahan-perusahaan Jerman berskala menengah yang beroperasi di Iran. Pada tahun  2010, nilai total perdagangan Jerman-Iran mencapai 4 miliar euro.  Kerjasama perdagangan Jerman-Iran ini merupakan kerjasama terbesar di antara kerjasama Iran dengan negara-negara lainnya dalam Uni Eropa. [Alpineski]

________________________________________

Diterjemahkan dan diedit (11/6/2011) oleh Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO) www.jurnalparlemenonline.wordpress.com — dari The Conservatives Papers (AS), 17 Mei 2011.


Sepuluh Langkah Mewujudkan Iran yang Bebas

12 Juni 2011

Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO)

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

 

Sepuluh Langkah Mewujudkan Iran yang Bebas

1.  Terapkan dan tegakkan sanksi-sanksi terberat (atas Iran).  Dalam hal ini, Amerika Serikat (AS) harus mendorong negara-negara lain yang  concern  untuk memberlakukan berbagai sanksi yang ditargetkan atas rezim Iran dan organ-organ keamanan di dalam negerinya; melarang semua investasi asing, pinjaman dan kredit, perdagangan bersubsidi, dan ekspor minyak bumi hasil olahan atau pengilangan ke Iran; serta menolak visa untuk para pejabatnya.

2. Jatuhkan para penentang kebijakan sanksi minyak AS atas Iran.  Dorong kedua lembaga perwakilan rakyat atau Kongres (Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat) — yang dipilih oleh mayoritas bipartisan besar — untuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang mengekspor produk minyak bumi olahan (hasil penyulingan) ke Iran, meskipun Gedung Putih  menghindari hal ini seraya menggeserkan kakinya, dengan alasan bahwa sanksi seperti itu akan mempersulit berbagai upaya diplomasi AS;  bahkan PBB pun tak mungkin menyetujui sanksi melumpuhkan seperti itu.

3.  Targetkan sebuah diplomasi publik untuk mengekspos kiprah rezim  Iran yang melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia.  Kampanye tersebut harus membuktikan kebenaran berbagai pelanggaran dan adanya korban-korban yang perlu dibantu, dengan memperkuat sistem penyiaran serta dukungan bagi para penyiar Iran yang independen, yang berada di luar negeri, dalam rangka  mengungkap berbagai  penyimpangan para pejabat dan bantuan rezim Iran bagi kelompok-kelompok teroris; bahkan juga mendidik  orang-orang Iran tentang (sistem) demokrasi perwakilan yang  sesungguhnya (genuine).

4. Fasilitasikan komunikasi di antara para pembangkang.  Pemerintah AS harus membantu kelompok-kelompok oposisi untuk saling menjalin komunikasi pribadi dengan juga memanfaatkan kelompok-kelompok lainnya yang akrab dengan teknologi web dan Bluetooth di luar Iran agar luput dari pengawasan pemerintah serta aneka sensor.

5. Berikan bantuan kepada kelompok-kelompok oposisi. Badan intelijen AS harus memberikan bantuan keuangan dan materi kepada kelompok-kelompok oposisi demokratis dalam rangka memperkuat perlawanan terhadap rezim, mirip dengan bantuan yang diberikan kepada gerakan Solidaritas Polandia di masa Perang Dingin (Cold  War).

6.  Kurangi campur tangan Iran di Irak.  AS harus mempertahankan keberadaan pasukan terkuatnya di Irak yang memungkinkan penambahan bantuan sambil mengurangi pengaruh Iran.  Irak yang stabil dan demokratis menawarkan sebuah mazhab Syiah dengan model alternatif yang membantu mendelegitimasi sistem Islam model Iran.

7. Targetkan aksi-aksi penyamaran (rahasia) untuk mendiskreditkan rezim.  Dalam hal ini badan-badan intelijen harus mendistribusikan barang cetakan berupa rekening para pejabat Iran pada sejumlah bank di luar negeri dan aset-aset lainnya, juga foto-foto sejumlah rumah besar serta villa di luar negeri (di luar Iran) untuk memperjelas keterpisahan antara rezim yang korup dan rakyat.

8. Modernisasikan arsenal atau sistem persenjataan nuklir AS.  Di sini  AS harus mengembangkan dan menyebarkan generasi baru senjata nuklir untuk meyakinkan dan menyadarkan Tehran bahwa upaya apa pun yang menggunakan senjata nuklir akan mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan-tujuan politik dan militer yang dicitakan.

9. Kembangkan terus kemampuan militer AS untuk membela kepentingan dan sekutu-sekutunya. Lakukan penargetan dan penanganan risiko dalam menghadapi para jajaran tertinggi rezim, program senjata nuklir mereka, dan pasukan-pasukan keamanan mereka (internal security  forces), di mana ini semua akan melindungi AS dari agresi Iran.

10. Lakukan penggelaran sistem pertahanan rudal yang kuat dan komprehensif  berbasis daratan (land-based), maritim (sea-based), serta udara  atau dirgantara (space-based system) yang dapat menangkal rudal-rudal balistik Iran, bahkan meminimalkan kemampuan Iran untuk mengancam AS dan sekutunya.[**]

___________________________________

Diterjemahkan dan diedit (12/6/2011) oleh Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO) www.jurnalparlemenonline.wordpress.com — dari http://www.heritage.org, tanggal 5 Maret 2010.


Iran Lakukan Uji Coba Rudal Baru Jarak Menengah

12 Juni 2011

Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO)

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

Iran Lakukan Uji Coba Rudal Baru

Jarak Menengah

        “Iran berhasil melakukan uji-tembak rudal Fatih versi baru yang diproduksi di dalam negeri,” ungkap Menteri Pertahanan Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi kepada  PRESS  TV.   Rudal berbobot 3,5 ton — yang merupakan salah satu senjata terbaru Iran — itu  dipamerkan pekan lalu terkait dengan peresmian pesawat pembom tanpa awak dan pernyataan Iran untuk memulai pembuatan dua kapal peluncur rudal.

     Diperkirakan, jangkauan (daya jangkau) rudal tersebut sekitar 125 mil, melebihi jarak antara Lebanon dan Israel.  Iran juga mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Michel Sulaiman secara resmi telah meminta Iran untuk memberi  bantuan perlengkapan tentara Lebanon.

     Hampir bersamaan dengan itu pemimpin tertinggi Hizbullah, Hassan Nasrallah, mendesak Lebanon untuk menanggapi usulan Kongres Amerika Serikat (AS) tentang penghentian bantuan militer sebesar 100 juta dollar AS kepada Lebanon.  Usulan tersebut gencar menyusul insiden penyerangan tentara Lebanon atas posisi IDF di wilayah Israel, yang menewaskan seorang perwira Israel dan mencederai satu orang lainnya.

***

      BEBERAPA saat lalu Vahidi menyatakan bahwa industri militer Iran yang dinamis mampu mengekspor senjata ke lebih dari 50 negara di dunia. [Tzvi Ben Gedalyahu (IsraelNationalNews.com)]

________________________________________

Diterjemahkan dan diedit (12/6/2011) oleh Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO) www.jurnalparlemenonline.wordpress.com — dari The Conservatives Papers(AS), 25 Agustus 2010.