Sepuluh Langkah Mewujudkan Iran yang Bebas

Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO)

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

 

Sepuluh Langkah Mewujudkan Iran yang Bebas

1.  Terapkan dan tegakkan sanksi-sanksi terberat (atas Iran).  Dalam hal ini, Amerika Serikat (AS) harus mendorong negara-negara lain yang  concern  untuk memberlakukan berbagai sanksi yang ditargetkan atas rezim Iran dan organ-organ keamanan di dalam negerinya; melarang semua investasi asing, pinjaman dan kredit, perdagangan bersubsidi, dan ekspor minyak bumi hasil olahan atau pengilangan ke Iran; serta menolak visa untuk para pejabatnya.

2. Jatuhkan para penentang kebijakan sanksi minyak AS atas Iran.  Dorong kedua lembaga perwakilan rakyat atau Kongres (Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat) — yang dipilih oleh mayoritas bipartisan besar — untuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang mengekspor produk minyak bumi olahan (hasil penyulingan) ke Iran, meskipun Gedung Putih  menghindari hal ini seraya menggeserkan kakinya, dengan alasan bahwa sanksi seperti itu akan mempersulit berbagai upaya diplomasi AS;  bahkan PBB pun tak mungkin menyetujui sanksi melumpuhkan seperti itu.

3.  Targetkan sebuah diplomasi publik untuk mengekspos kiprah rezim  Iran yang melakukan pelanggaran hak-hak asasi manusia.  Kampanye tersebut harus membuktikan kebenaran berbagai pelanggaran dan adanya korban-korban yang perlu dibantu, dengan memperkuat sistem penyiaran serta dukungan bagi para penyiar Iran yang independen, yang berada di luar negeri, dalam rangka  mengungkap berbagai  penyimpangan para pejabat dan bantuan rezim Iran bagi kelompok-kelompok teroris; bahkan juga mendidik  orang-orang Iran tentang (sistem) demokrasi perwakilan yang  sesungguhnya (genuine).

4. Fasilitasikan komunikasi di antara para pembangkang.  Pemerintah AS harus membantu kelompok-kelompok oposisi untuk saling menjalin komunikasi pribadi dengan juga memanfaatkan kelompok-kelompok lainnya yang akrab dengan teknologi web dan Bluetooth di luar Iran agar luput dari pengawasan pemerintah serta aneka sensor.

5. Berikan bantuan kepada kelompok-kelompok oposisi. Badan intelijen AS harus memberikan bantuan keuangan dan materi kepada kelompok-kelompok oposisi demokratis dalam rangka memperkuat perlawanan terhadap rezim, mirip dengan bantuan yang diberikan kepada gerakan Solidaritas Polandia di masa Perang Dingin (Cold  War).

6.  Kurangi campur tangan Iran di Irak.  AS harus mempertahankan keberadaan pasukan terkuatnya di Irak yang memungkinkan penambahan bantuan sambil mengurangi pengaruh Iran.  Irak yang stabil dan demokratis menawarkan sebuah mazhab Syiah dengan model alternatif yang membantu mendelegitimasi sistem Islam model Iran.

7. Targetkan aksi-aksi penyamaran (rahasia) untuk mendiskreditkan rezim.  Dalam hal ini badan-badan intelijen harus mendistribusikan barang cetakan berupa rekening para pejabat Iran pada sejumlah bank di luar negeri dan aset-aset lainnya, juga foto-foto sejumlah rumah besar serta villa di luar negeri (di luar Iran) untuk memperjelas keterpisahan antara rezim yang korup dan rakyat.

8. Modernisasikan arsenal atau sistem persenjataan nuklir AS.  Di sini  AS harus mengembangkan dan menyebarkan generasi baru senjata nuklir untuk meyakinkan dan menyadarkan Tehran bahwa upaya apa pun yang menggunakan senjata nuklir akan mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan-tujuan politik dan militer yang dicitakan.

9. Kembangkan terus kemampuan militer AS untuk membela kepentingan dan sekutu-sekutunya. Lakukan penargetan dan penanganan risiko dalam menghadapi para jajaran tertinggi rezim, program senjata nuklir mereka, dan pasukan-pasukan keamanan mereka (internal security  forces), di mana ini semua akan melindungi AS dari agresi Iran.

10. Lakukan penggelaran sistem pertahanan rudal yang kuat dan komprehensif  berbasis daratan (land-based), maritim (sea-based), serta udara  atau dirgantara (space-based system) yang dapat menangkal rudal-rudal balistik Iran, bahkan meminimalkan kemampuan Iran untuk mengancam AS dan sekutunya.[**]

___________________________________

Diterjemahkan dan diedit (12/6/2011) oleh Jurnal Parlemen Online (Jurnal ParlemenO) www.jurnalparlemenonline.wordpress.com — dari http://www.heritage.org, tanggal 5 Maret 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: