OTONOMI DAERAH Jangan Wacanakan Kegagalan Semata (KLIPING-OTDAPEMDA 3)

KLIPING-OTDAPEMDA 3

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

 

OTONOMI DAERAH

Jangan Wacanakan

Kegagalan Semata

 

JAKARTA, Kompas, 26-5-2009

Pembicaraan mengenai otonomi daerah tak bisa semata-mata mengedepankan wacana kegagalannya. Evaluasi menyeluruh terhadap otonomi daerah juga bakal menunjuk pada kesalahan pusat.

Anggota Komisi II DPR, Saifullah Ma’shum (Fraksi Kebangkitan Bangsa, Jawa Timur V), di Jakarta, Senin (25/5), menekankan, pusat jangan hanya mengeluhkan dan menggerutu soal perkembangan otonomi daerah yang kurang berhasil. Ketidakberhasilan otonomi daerah disebabkan banyak faktor, termasuk yang paling dominan justru berada di pusat. Kelemahan pusat itu berupa ketiadaan sistem yang kuat untuk mendorong berkembangnya otonomi daerah, seperti regulasi yang kurang menguntungkan dan lemahnya mekanisme kontrol pusat terhadap daerah.

Secara terpisah, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syarif Hidayat, sependapat bahwa pembicaraan otonomi daerah tak melulu mengedepankan kegagalannya. Jika itu yang terus dikembangkan, imajinasi soal desentralisasi bisa menyurut dan kian menebalkan keinginan sebagian pihak untuk melakukan sentralisasi kekuasaan kembali.

”Skenario pesimisti itu dapat membawa ke sentralisasi lagi,” ujar Syarif. Syarif menyebutkan, mesti ada kategorisasi yang jernih mengenai persoalan yang muncul di daerah. Memang ada persoalan yang muncul sebagai dampak langsung otonomi daerah. Namun, yang justru banyak dan mencuat, persoalan di daerah akibat perubahan peta politik lokal, semisal konflik pemilihan kepada daerah. ”Keduanya bersinggungan, tetapi mesti ada kategorisasi yang jelas,” kata dia.

Saifullah menyebutkan, masih kental ambivalensi sikap pusat terhadap pengembangan otonomi daerah. Misalnya, struktur anggaran masih cenderung lebih besar di pusat. Juga masih ditanganinya sejumlah program teknis-operasional oleh pemerintah pusat.

Saifullah mencontohkan, hampir 70 persen jalan negara di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, yang merupakan hasil pemekaran tahun 2003, rusak berat. Menurut kepala daerah setempat, usul perbaikan jalan disampaikan berkali-kali kepada pemerintah pusat, tetapi tetap saja belum ada realisasinya.

Namun, ia juga tak menampik jika ada problem otonomi daerah yang berasal dari daerah. (DIK)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: