KOALISI PILPRES Koalisi Besar Sepakat di Parlemen, Capres Belum (KLIPING-KOALISI 4)

KLIPING-KOALISI 4

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

 

KOALISI PILPRES

Koalisi Besar Sepakat di Parlemen,

Capres Belum

 

JAKARTA, Kompas, 1-5-2009

Koalisi besar yang ingin dibangun lima partai politik mencapai kata sepakat untuk menjalin koalisi di parlemen. Sedangkan mengenai siapa yang akan menjadi calon presiden dan calon wakil presiden, belum tercapai kata sepakat meskipun pertemuan telah berkali-kali dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sampai Kamis (30/4), soal calon presiden masih terpolarisasi. Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto, ketiganya masih bersikukuh menjadi calon presiden.

Jusuf Kalla kemungkinan kuat akan menggandeng Wiranto. Megawati menghendaki menggandeng Prabowo sebagai calon wapres. Namun, Prabowo pun ingin maju menjadi presiden. Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat wapres untuk Prabowo.

Kalau ini yang terjadi, tak banyak pilihan yang bisa dilakukan Megawati selain menggandeng Partai persatuan Pembangunan. Koalisi besar ini kemungkinan akan ”bersatu” kembali di putaran kedua untuk mendukung salah satu pasangan calon yang berhasil maju ke putaran kedua.

 

JK-Megawati

 

Ketua Umum DPP Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla, Kamis malam, mendadak menemui Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri. Pertemuan dilakukan di rumah Puan Maharani di kawasan Menteng, Jakarta.

Kalla meninggalkan rumah dinasnya di Jalan Diponegoro dengan menggunakan mobil pribadi dan tanpa pengawalan. Kalla ditemani Sekretaris Jenderal Soemarsono dan Ketua DPP Syamsul Muarif. Megawati didampingi Taufik Kiemas dan Premono Anung.

Kepada pers, Kalla mengatakan, koalisi besar lima partai politik yang terdiri dari Partai Golkar, PDI-P, PPP, partai Gerindra, dan Partai Hanura akan bertemu membahas rencana koalisi yang akan dibangun untuk membentuk pemerintahan yang kuat dan efektif serta koalisi parlemen yang solid. PAN direncanakan akan ikut, tetapi kepastiannya belum diperoleh.

Apabila pertemuan berjalan lancar, koalisi besar itu akan langsung dideklarasikan. Pertemuan itu akan dihadiri petinggi lima parpol. Mengenai pertemuannya dengan Megawati, Kalla mengatakan, ”Hasilnya positif.”

 

Megawati-Suryadharma

 

Megawati kemarin juga menerima Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di Jalan Teuku Umar, Jakarta. Suryadharma menegaskan, PPP dan PDI-P telah bersepakat untuk bersama-sama di DPR. Koalisi besar tidak stagnan. Kami terus berproses. Siapa nanti nomor satu, siapa nomor dua, akan dibicarakan pada tahapan berikutnya,” ucapnya.

PPP, menurut dia, tidak dalam posisi menawarkan capres atau cawapres. PPP berharap nantinya ada pihak yang berbesar jiwa, berlapang dada. Namun, pandangan yang berkembang di PPP saat ini lebih cenderung mendukung Prabowo sebagai capres.

Megawati sendiri mengaku merasa nyaman berkoalisi dengan PPP karena chemistry-nya cocok. Dari pertemuan itu belum dicapai kata sepakat soal capres dan cawapres. Megawati juga bertemu dengan Wiranto, Kamis pagi. Keduanya menegaskan kesepakatan untuk bekerja sama di parlemen.

Menurut Wiranto, ada kesepakatan membangun koalisi dan membagi kekuatan menjadi dua. Ada kekuatan pemerintah dan ada kekuatan penyeimbang agar kekuatan pemerintah tidak dominan dan ada kekuatan lain yang bisa melakukan koreksi dan kontrol.

Ketika ditanya mengenai duet dengan Jusuf Kalla, Wiranto membenarkan bahwa wacana itu ada. ”Hanura dan Golkar sudah membangun suatu kesepakatan menuju ke arah sana. Kita tunggu saja hasilnya. Ini proses, satu pasang bagus, dua pasang bagus, yang penting ada komitmen, tidak usah dipaksakan,” paparnya.

 

Pilpres terancam

 

Pengamat hukum, Irman Putra Sidin, Kamis, mengatakan, koalisi besar yang coba dibangun oleh sejumlah partai dikhawatirkan mentok. Apabila hal itu terjadi, tahapan pemilu presiden akan terganggu. ”Mereka lalu akan meminta supaya masa pendaftaran bakal capres dan wapres diundur,” ujarnya.

Menurut Irman, calon yang muncul dalam bursa capres sebenarnya menyadari bahwa sulit untuk mengalahkan Susilo Bambang Yudhoyono. Meski demikian, mereka tidak bersedia melepaskan posisi capres itu kepada orang lain.

Dosen ilmu politik Universitas Airlangga Surabaya, Daniel Sparinga, dalam diskusi yang digelar oleh Asosiasi Ilmu Politik Indonesia, Rabu, mengatakan, dibutuhkan sikap kenegarawanan dari para elite agar koalisi yang hendak dibangun tidak menemukan jalan buntu.

Menurut dia, yang memaksa memasang banderol presiden sebaiknya dipotong karena posisipartai mereka memang tidak cukup dalam koalisi. Gonjang-ganjing koalisi saat ini pun lebih disebabkan ego para elite. (SUT/JOS/ANA/HAR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: