Industri – Oleh Sayyid Mujtaba Rukni Musawi Lari (Intelektual Iran) – (ISLAM-41)

ISLAM-41

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

(5 Desember 2009)

 

INDUSTRI

Oleh  Sayyid Mujtaba Rukni Musawi Lari

(Intelektual  Iran)

 

Catatan Redaksi:

Tulisan ini pernah dimuat dalam www.diskusikliping-iran.blogspot.com (2008)

 

Khalifah Abbasiah Harun al-Rasyid mengutus Charlemane ke  Aix dari Baghdad dengan menyerahkan sebuah jam yang dibuat oleh beberapa orang  horologist. Jam itu akan menghentak lonceng setiap jam; dan ini sangat menakjubkan serta menyemarakkan istana dalam penobatan Raja Romawi.

     Pembunuhan dan pengusiran kaum Muslimin Andalusia (Spanyol) — secara besar-besaran — oleh kaum Kristiani turut disertai penutupan banyak pabrik-pabrik besar yang telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di masa pemerintahan Islam.  Sebagai konsekuensinya terjadilah stagnasi perkembangan di bidang sains, seni, pertanian, dan berbagai produk peradaban lainnya. Kota-kota mengalami kerusakan akibat langkanya tukang dan ahli-ahli bangunan yang profesional.  Kota Madrid mengalami penurunan penduduk secara drastis dari 400.000 menjadi 200.000.  Kota Seville yang memiliki 1.600 pabrik (kepunyaan kaum Muslimin) langsung mengalami penurunan hingga hanya 300 pabrik; dan 130.000 pekerja menderita  PHK (hilang pekerjaan).  Sementara itu, sensus Raja Philip  IV menunjukkan adanya penurunan populasi sekitar 75 persen.

     Kaum Muslimin juga telah memprakarsai substitusi pemakaian kertas tenunan kapas yang tadinya menggunakan kertas dari kulit.  Dan penemuan ini kemudian menjadi modal dasar pengembangan teknik percetakan bagi bangsa Eropa setelah memanfaatkan teknik percetakan kuno bangsa China.  Adopsi ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut semakin pesat pada masa Renaisans.

     Kemudian, karena para biarawan gereja banyak yang menderita akibat menulis pada kertas kulit dalam mencatatkan tugas-tugas keagamaan mereka, maka mereka beralih menggunakan kertas tenunan kapas yang diproduksi oleh kaum Muslimin.  Pemerkenalan  penggunaan  kertas oleh kaum Muslimin itu telah menghentikan praktik yang membawa  penderitaan dan telah mengamankan begitu banyak teks-teks atau karya tulis.

     Suatu manuskrip kertas tahun 1009 M — yang masih tersimpan di Perpustakaan Escorial — diklaim sebagai buku dengan tulisan tangan tertua yang ditulis di atas kertas (kertas tenunan kapas). Harus diakui, tentu saja, kertas tenunan sutra merupakan penemuan bangsa China, karena sutera berasal dari China; dan seorang jenius bernama Musulman melihat kemungkinan menggantikan sutera dengan kapas, dan ini kemudian mengakibatkan suplai bahan kapas yang berlimpah di Eropa. Oleh para biarawan gereja, kondisi itu dimanfaatkan untuk mereproduksi buku-buku.

 

***

     KEMUDIAN, Philip Hitti menulis dalam bukunya yang sangat terkenal: “History  of  the  Arabs” bahwa seni atau teknik membuat jalan-raya telah berkembang baik di wilayah-wilayah kekuasaan Muslim. Misalnya, di Kordova (Spanyol) banyak jalan-jalan mulus yang diterangi dari rumah-rumah pada setiap sisinya, sehingga orang-orang dapat berjalan dengan aman dan nyaman.  Sementara itu, di London dan Paris, siapa pun yang bepergian di malam yang hujan, kakinya akan terperosok ke dalam tanah becek. Dan ini terjadi tujuh abad setelah kejayaan Kordova. Ketika penduduk Oxford masih jauh tertinggal, mahasiswa-mahasiswa di Kordova sudah demikian maju. [**]

_____________________

Tulisan ini diterjemahkan dari buku “Western Civilization Through Muslim Eyes” (1977) oleh Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional  (Forum SPTN ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: