Ilmu Kimia – Oleh Sayyid Mujtaba Rukni Musawi Lari – (ISLAM-40)

ISLAM-40

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

(5 Desember 2009)

 

ILMU  KIMIA

Oleh Sayyid Mujtaba Rukni Musawi Lari

(Intelektual Iran)

 

Catatan Redaksi:

Tulisan ini pernah dimuat dalam www.diskusikliping-iran.blogspot.com (2008)

 

 

Di masa silam, Jabir ibn Haiyan, murid Imam Ja’far ash-Sadiq (juga pernah menjadi guru dari Imam Hanafi dan Imam Malik — Penerjemah), telah diakui dunia sebagai “Bapak Ilmu Kimia”. Pengaruhnya dalam perkembangan ilmu kimia Barat sangat besar dan berakar. Ratusan karyanya masih lestari; dan tentang dia, Sayyid Hibbat-ud-Din Syahristani Kadhemain — seorang Menteri Pendidikan Irak di era kekuasaan sebelum Saddam Husein — menulis: “Saya telah melihat 50 karya kuno Jabir ibn Haiyan yang semuanya didedikasikan untuk gurunya, Imam Ja’far.  Lebih 500 karyanya telah dicetak dan sebagian bisa didapatkan di antara literatur-literatur bernilai tinggi yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Paris dan Berlin. Di kalangan kaum  terpelajar  Eropa, Jabir  diberi  julukan  penghormatan: ‘Profesor Bijak’, dan telah diatributkan kepadanya untuk penemuan 19 unsur kimia dengan berat jenis serta sifat-sifat lainnya. Jabir mengatakan bahwa semua itu dapat dilacak pada partikel dasar sederhana  yang tersusun dari muatan  listrik dan atom  (unit materi terkecil yang tak dapat dibagi). Ini sangat mendekati teori atom modern”.

      Pencampuran atau pemaduan materi-materi berwarna, ekstraksi mineral  dan  logam,  pembuatan baja, dan  penyamakan kulit merupakan sebagian dari teknik-teknik industri yang pertama kali dipelopori oleh para ilmuwan Muslim. Misalnya saja, mereka memproduksi asam nitrat, asam  sulfur, gliserin   nitrat, asam   hidrokhlorik, kalium (potassium), aqua ammonia, sal  ammoniac, nitrat perak, khlorida sulfur, kalium nitrat, alkohol, alkali (nama “alkohol” dan “alkali” masih tetap dipertahankan dari nama Arab-nya), orpiment [trisulfida arsenik berwarna kuning. Nama arsenik diambil dari bahasa Persia “zar” = gold (emas), dengan kata sifat  “zarnî” = golden, yang kemudian di-Arab-kan dengan kata depan  “al” sehingga menjadi  “al-zernî” (dilafalkan  “azzerni”)].

       Kemudian, istilah ini  diadobsi  dalam bahasa  Yunani  menjadi   “arsenikon”  yang berarti  “jantan”, karena warna emas dianggap memiliki hubungan dengan matahari sebagai simbol kejantanan].  Satu lagi, “borax”  juga diambil dari kata Arab “bûraq”.

      Terakhir,   teknik  distilasi,  evaporasi,  sublimasi, dan penggunaan sodium, karbon, potassium  carbonate, khlorida, dan ammonium, semuanya sangat lazim digunakan pada masa kekuasaan para khalifah Abbasiah (pernah berkuasa di Spanyol — Pen).

_____________________

Tulisan ini diterjemahkan dari buku  “Western Civilization Through Muslim Eyes” (1977) oleh Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional  (Forum SPTN ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: