Matematika – Oleh: Sayyid Mujtaba Rukni Musawi Lari (Intelektual Iran) – (ISLAM-38)

ISLAM-38

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

(5 Desember 2009)

 

MATEMATIKA

Oleh: Sayyid Mujtaba Rukni Musawi Lari

Intelektual Iran

 

Catatan Redaksi:

Tulisan ini pernah dimuat dalam www.diskusikliping-iran.blogspot.com (2008) 

 

 

Baron Carra de Vaux, penulis bab “Astronomi dan Matematika” pada buku “The Legacy of Islam” (“Warisan Islam”), menunjukkan bahwa kata “algebra” (Indonesia: “aljabar” – Penerjemah) merupakan peng-Latin-an istilah Arab, “Al-jabr” (yang berarti “reduksi”, yakni bilangan-bilangan rumit yang dirubah atau dijabarkan menjadi bahasa sederhana dalam bentuk simbol-simbol). Sehingga, jelas bahwa dunia sangat berhutang budi kepada bangsa Arab.

     Bilangan-bilangan yang digunakan oleh bangsa Arab itu bukan sekadar nama, tetapi juga faktual atau berwujud. Sebagai misal, simbol nol yang dikenal oleh orang Hindu, mereka (orang-orang Arab) jadikan sebagai dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata “zero”, seperti juga saudara kembarnya: ”cipher” merupakan transliterasi bahasa Arab: “sifr”.

     De Vaux menyatakan: “Dengan menggunakan bilangan nol secara bermakna (cipher), mereka (orang-orang Arab) mewujudkan aljabar sebagai ilmu pasti dan mengembangkannya secara mengesankan. Mereka telah meletakkan   dasar – dasar  geometri analitis, dan  tidak  dapat   dipungkiri   juga   trigonometri   bidang   dan    sferis (ruang). Patut pula dicatat bahwa  Al-Zarqali (di Barat  dikenal  sebagai Arzachel), yang hidup di Spanyol tahun 1029-1087 M, merupakan pencipta ilmu perbintangan. Kata ‘algorism’ (Indonesia: ‘Algoritma’ — Pen) adalah peng-Latin-an dari nama yang berkaitan dengan penemunya yang tinggal di Khiva, yakni suatu daerah di provinsi Al-Khawarizmi. [Penemu algoritme adalah Abu Ja’far Muhammad bin Musa Al-Kahwarizmi (780-850 M). Ia menulis kitab  Hisab  al-Jabr wal  Muqabala  (Aturan-aturan tentang Restorasi dan Reduksi) — Pen]. Bangsa Arab telah  mempraktikkan  kehidupan  intelektual  yang  tinggi  dan mempelajari sains ketika orang-orang Kristen di Barat sibuk berjuang untuk keluar dari perangkap kebodohan.

     Patut ditambahkan bahwa kalender Jalali yang disusun oleh Umar Khayyam (ahli matematika dan penyair Persia — Pen) merupakan kalender yang dilengkapi dengan formula penghitungan tepat perihal waktu peredaran bumi mengelilingi matahari. (Khayyam adalah salah seorang yang telah berjasa dalam mengembangkan ilmu-ilmu yang ditelorkan oleh Al-Khawarizmi — Pen).[**]

_________________________________

Tulisan ini diterjemahkan dari buku

 “Western Civilization Through Muslim Eyes” (1977) oleh

Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional  (Forum SPTN ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: