PEMILU 2009 Proses Demokrasi Diyakini makin Baik (KLIPING-DEMOKRASI 3)

KLIPING-DEMOKRASI 3

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

PEMILU  2009

Proses Demokrasi Diyakini makin

Baik

Jakarta, Kompas, 27-2-2009

Pembelajaran demokrasi di Indonesia diyakini akan semakin mengarah pada perbaikan dan kondisi yang jauh lebih baik pada masa mendatang.  Perbaikan itu terutama terjadi lantaran semakin menguatnya proses intermediasi di kalangan masyarakat sendiri, dengan peran partai politik akan semakin terkoreksi dan bahkan tidak lagi dianggap oleh masyarakat.

Pernyataan terebut disampaikan ekonom dari Institut for Development of Economics and Finance (Indef) sekaligus juga pengamat politik, Faisal Basri, Rabu (25/2), saat berbicara dalam seminar ”Pemilu 2009: Konsolidasi Politik Menghadapi Krisis Ekonomi Dunia”, yang digelar Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID).

Turut hadir sebagai pembicara adalah fungsionaris sekaligus calon anggota legislatif Partai Golkar, Indra J Piliang, dan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Saiful Mujani, dengan moderator Ignas Kleden dari KID.  Sejumlah caleg dari beberapa parpol juga hadir.

”Parpol dan politisi dipaksa harus berubah dan belajar karena variabel kontrol terhadap mereka semakin banyak.  Boleh saja mereka ugal-ugalan dan asal-asalan dalam membuat undang-undang, misalnya.  Namun, masyarakat melalui Mahkamah Konstitusi  (MK) bisa  mengoreksi itu,” ujar Faisal.

Menurut Faisal, kalau masih ada anggota parlemen yang mau menerima sogok dari kanan-kiri, hal itu sangat keterlaluan. Sekarang ini, lanjutnya, dengan adanya mekanisme kontrol seperti melalui MK, produk legislasi yang disusun dan dibahas bertahun-tahun bisa dengan mudah ”diporakporandakan” dan dibatalkan masyarakat yang merasa dirugikan.

Sampai sekarang sudah banyak kejadian seperti itu.  Yang baru-baru saja terjadi adalah putusan MK yang membatalkan ketentuan UU Pemilu yang mengatur sanksi terhadap lembaga pers dan penyiaran yang melanggar iklan kampanye.

Sementara itu, menurut Saiful Mujani, dalam konstelasi politik sekarang keberadaan massa memiliki peran yang sangat menentukan, terutama dengan adanya kebijakan suara terbanyak.  ”Siapa menjadi apa dalam peta perpolitikan dan pemilihan umum sekarang ini ditentukan oleh massa,” katanya.

Dengan begitu, keberadaan parpol akan semakin ditinggalkan atau tidak lagi menjadi faktor penentu.  Masyarakat saat ini semakin merasa biasa-biasa saja melihat dan menyikapi bagaimana proses demokrasi berjalan.

”Bahkan lembaga intermediasi yang paling efektif dan dipercaya masyarakat sekarang sudah bukan lagi parpol, melainkan media massa,” ujar Saiful. (DWA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: