Penelitian Air Mineral Laut Dalam di Bali (DPD Watch — No. 13)

ARTIKEL-13

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

Penelitian Air Mineral Laut Dalam di Bali

(DPD Watch — No. 13)

Kyowa Concrete Industry Co Ltd mengincar potensi air mineral yang berada di laut dalam perairan Bali. Bersama Institut Pertanian Bogor (IPB), khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, perusahaan Jepang ini telah menandatangani kesepakatan kerja sama lima tahun untuk melakukan penelitian yang juga mempelajari keberadaan mineral lainnya, antara lain minyak dan fosil-fosil ikan purbakala di sekitar perairan selatan dan utara Bali. Demikian inti berita yang dimuat dalam sebuah media massa Ibu Kota baru-baru ini.

Forum  SPTN menyarankan agar anggota DPD-RI asal pemilihan Provinsi Bali mempertanyakan kepada Pemda sejauh mana keterlibatan mereka dalam proyek ini mengingat seluruh biaya penelitian ditanggung pihak Jepang dan rencananya pada tahun depan (2007) mereka akan membangun industrinya (processing  industry) di Bali. Anehnya, perusahaan ini tidak bersedia menjelaskan secara rinci potensi apa saja yang kemungkinan ada di perairan selatan dan utara Bali.

Hal lain yang juga perlu dicarikan kejelasannya  antara lain: (1) Dalam penelitian itu mengapa Universitas Udayana tidak dilibatkan, dan bagaimana kedudukan IPB di situ. Apakah IPB hanya sekadar pelengkap penyerta (indirect  object) atau malah pelengkap penderita (direct  object); (2) Seandainya  processing industry-nya  jadi didirikan di Bali, bagaimana kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD), dan sampai sejauh mana pelibatan tenaga kerja, terutama tenaga ahli atau peneliti lokal; (3) Dari penelitian tersebut bagaimana transparansi dan akuntabilitas hasil perekaman data dan pengolahannya, sebab bisa saja yang terekam adalah obyek-obyek di luar dari yang dinyatakan dalam rencana penelitian; (4) Karena dalam penelitian itu digunakan robot pendeteksi  (remotely  operated  vehicle / ROV) milik perusahaan Jepang yang harganya sekitar Rp 2,8 miliar, bukankah sebaiknya Pemda Bali membeli sendiri ROV tersebut dan menyiapkan  tenaga ahli lokal untuk dilatih cara mengoperasikannya agar kerahasiaan atau aset-aset daerah (Bali) tidak begitu saja dimanfaatkan dengan keuntungan besar oleh perusahaan-perusahaan asing; dan (5) Perlu pula diketahui berapa jarak atau radius deteksi maksimum ROV itu, sebab bisa saja ia menjangkau perairan-perairan provinsi atau negara lain, apalagi jika ia terkoneksi dengan satelit. [**]

_______________

Artikel  DPD Watch No. 13 dikerjakan oleh Aba Zul (La Ode Zulfikar Toresano), Koordinator  Umum Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional /Forum SPTN (merangkap peneliti teknologi mesin industri pada forum yang sama).

Artikel ini pernah dimuat dalam Jurnal DPD Plus Digital No. 3 / Tahun  Ke-1,  19 Oktober 2006.

Satu Balasan ke Penelitian Air Mineral Laut Dalam di Bali (DPD Watch — No. 13)

  1. benny mengatakan:

    iya hem kayaknya mereka berburu harta karun , apalagi kebiasaan masyarakat bali ngelarung ke laut.wkwkkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: