Pembakaran Hutan di Jambi (DPD Watch — No. 12)

ARTIKEL-12

www.jurnalparlemenonline.wordpress.com

Pembakaran Hutan di Jambi

(DPD  Watch — No. 12)

Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin menyatakan akan mencabut  izin perusahaan perkebunan kelapa sawit dan karet yang yang melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Perusahaan-perusahaan itu  tidak  dibenarkan lagi melanjutkan penanaman meski masih ada areal yang belum digarap. Pernyataan itu terkait dengan bertambahnya jumlah titik api dari kebakaran lahan (di Jambi) yang terpantau satelit, dari 11 titik pada hari Sabtu (2 / 9 / 2006) menjadi 40 titik pada hari Minggu (Kompas, 5 / 9 / 2006).  Tampaknya, setiap tahun kebakaran-kebakaran yang ditimbulkan oleh perusahaan-perusahaan itu semakin meresahkan. Namun, menghentikan kegiatan penanaman — terutama pada lahan kosong — terkesan emosional. Bukankah jika ada tikus yang menggerogoti lumbung padi, cukup tikusnya yang ditangani, dan bukan membakar lumbungnya?  Bukankah sebanyak 85 persen dari total lahan karet di Indonesia (termasuk di Jambi) perlu diremajakan karena sudah berusia di atas 50 tahun?  Bukankah  dengan menghentikan   penanaman  akan  menghambat  produktifitas  yang justru bisa menciptakan lapangan kerja? Jika perusahaan-perusahaan swasta  itu susah  dikendalikan, tidakkah lebih  baik Gubernur mendorong penguatan, transparansi, dan akuntabilitas peran Badan Usaha Milik Daerah, sehingga bisa berperan aktif dalam proyek-proyek perkebunan dan menjadi tulang-punggung perekonomian daerah?  Sebagai alternatifnya, tidakkah sebaiknya Gubernur  menggiatkan  pembangunan hutan rakyat, apalagi Menteri Kehutanan MS Kaban menargetkan beroperasinya lembaga keuangan alternatif (2007) yang akan membiayai kegiatan usaha di sektor kehutanan. Sebagaimana diketahui, lembaga yang berbentuk BUMN ini nantinya dimodali dari dana  reboisasi  yang  diperkirakan  nilainya mencapai Rp 12 triliun.

Bersyukurlah, untuk mengatasi kebakaran itu, Gubernur tidak latah  membuat modifikasi cuaca atau hujan buatan, seperti yang gagal di Kalimantan Barat (Kompas, 5 / 9 / 2006). [**]

_______________

Artikel  DPD Watch No. 12 dikerjakan oleh Aba Zul (La Ode Zulfikar Toresano), Koordinator  Umum Forum Studi Politik dan Teknologi Nasional /Forum SPTN (merangkap peneliti teknologi mesin industri pada forum yang sama).

Artikel ini pernah dimuat dalam Jurnal DPD Plus Digital No. 1 / Tahun  Ke-1,  9 Oktober 2006.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: